Bawang!

Jadi ceritanya pas mudik lebaran kemarin saya berjumpa dengan tetangga saya yang petani. Lahan pertaniannya ada di Cepiring, Kendal. Kebetulan saat itu lahan yang dia punya sedang ditanam bawang merah. Obolan semakin menarik ketika saya cerita bahwa di dapur Ibu saya ada bawang merah yang besar banget. Saya belum pernah melihat bawang merah sebesar hampir ukuran bawang bombay yang kecil. Tetangga saya itu penasaran bawang apa itu, dan memintaku untuk memperlihatkan bawang merah tadi.

(sumber gambar: merdeka.com)

Singkat cerita, saya ambil bawang yang kebetulan masih ada dan menunjukkannya. Dia pegang, diamati sebentar lalu dengan pengetahuannya tentang ke-bawang-an, berujar
“ini bawang Filipin, lebih gede tapi kurang sengir. Lebih sengir bawangnya kita. ini nih yang bikin lokal hancur”
“emang iya”? tanya saya
“iyalah, ini permainan orang atas dan orang orang yang modalnya besar. Kan kalau impor, orang atas dapat duit, ada bea nya. Kalau yang dijual hasil garapan sendiri ya yang atas ga dapat apa-apa” jelas tetangga saya. “susah sekarang” Pungkasnya yang kemudian obrolan berlanjut dengan topik pemilihan presiden.

Menarik, sering saya dengar di televisi, baca di koran bahwa impor bahan makanan yang sering di beritakan itu menghancurkan petani, kalau pun gak menghancurkan ya menyusahkan para petani. Namun, karena kadang berita yang sering saya temui tersebut kerap dijelaskan dengan bahasa yang kompleks khas redaksi media maka berita itu pun gak ‘terserap’, menguap aja gitu, sekedar nice to know sajalah kalau impor itu gak baik.

Sederhananya dengan mendengar cerita tetangga saya itu jadi pahamlah bahwa saya akan ikut membantu dia kalau menggunakan produk lokal yang sebenarnya secara kualitas juga sama bahkan lebih baik dibandingkan impor punya.

Salam,
Ian

Terima Kasih AirAsia

Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu, termasuk dalam hal ini adalah pengalaman naik pesawat. Naik pesawat kemudian merasakan sensasi terbang dan memotret jendelanya dari dalam dengan pemandangan awan atau langit adalah cita cita saya dari kecil. Tiap kali lihat foto teman-teman saya di facebook dimana mereka berdiri dengan latar belakang pesawat atau foto jendela pesawat dengan caption-nya “off to Bali atau “always like to see the sky” dan lain sejenisnya, duh rasanya pengen banget.

Sampai kemudian di bulan Maret 2012, ingat banget bulan itu saya, hehehe saya secara kebetulan ditawari temen untuk menemaninya pergi ke Makassar buat kondangan. Diminta menemani artinya saya tinggal bawa badan dan baju doang, masalah penginapan dan tiket pesawat ditanggung oleh temen saya, Alhamdulillah.

Dan hari H pun tiba. Horee... akhirnyaa saya bisa merasakan yang namanya masuk bandara, tahu yang namanya check in itu bagaimana dan yang boom adalah saya bisa ngrasain yang namanya terbang! Yah, saya bisa terbang dan melihat rumah-rumah kecil ada dibawah saya dan yang ada diseberang jendela adalah kumpulan awan dan pemandangan langit yang luas. Indah! Norak ya? Hehehhe begitulah namnya juga pengalaman pertama.

Pengalaman naik pesawat tidak akan semenyenangkan itu kalau saja saya sudah pernah mengalaminya sejak kecil. Tiket pesawat termasuk tidak terjangkau bagi kantung saya, terlalu mahal! Sehingga tiap kali mau menempuh perjalanan jauh alternatif saya kalau gak bus ya kereta. Padahal keinginan naik pesawat semakin menggebu gebu, bahkan masuk dalam resolusi setiap menjelang pergantian tahun karena itu belum tercapai di tahun sebelumnya. Sampai kemudian AirAsia muncul dengan terobosan menawarkan tiket murah. Tiket pesawat pun menjadi lebih terjangkau dan orang-orang pun bisa merasakan yang namanya terbang.

Apa yang dilakukan AirAsia membuat persaingan dunia penerbangan semakin menarik dan yang terpenting menjadi lebih menguntungkan bagi konsumen karena setelah itu banyak maskapai lain yang menawarkan tiket-tiket promo. Sejak saat itu gampang sekali menjumpai harga tiket pesawat yang harganya hampir sama dengan tiket kereta, bahkan lebih murah. Misal rute yang sama yaitu Jakarta – Semarang, harga pesawat sering terpaut tidak terlalu jauh dengan harga tiket kereta api ekesekutif tujuan yang sama. Mahalan sedikit memang tapi dengan waktu yang dihemat bisa 5 jam jelas pesawat jadi jauh lebih murah. Kalau pas beruntung bisa mendapatkan harga yang bahkan murah bingit. Pernah saya dari Jakarta ke Semarang dapat harga dibawah 50rb, itu jauh lebih murah bahkan dibandingkan harga tiket bus.

Bepergian ke luar negeri yang dulu merupakan mimpi yang ga tahu kapan akan terwujudnya juga menjadi sebuah dream come true. Gimana gak, karena harga tiket PP Jakarta Singapore kadang malah lebih murah dibandingkan saya pulang ke Semarang.

Yang jelas, berkat AirAsia impian saya untuk bisa terbang jadi bisa terwujud. Impian saya untuk bisa traveling ke pulau-pulau lain di Indonesia juga terwujud. Sampai saat ini tidak terhitung saya sudah terbang berapa kali baik buat traveling maupun tujuan yang lain. Dan memang tidak semuanya terbang dengan AirAsia namun kesempatan itu rasanya tidak akan muncul dengan mudahnya kalau AirAsia tidak hadir dan membuat maskapai yang lain mengikuti menawarkan harga tiket murah yang terjangkau oleh saya.

Rasanya tagline AirAsia yaitu Now Everyone Can Fly bukan berarti fly yang dimaksud adalah mesti dengan AirAsia, namun lebih dari itu, bahwa dengan hadirnya AirAsia harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau dan impian untuk bisa terbang pun bisa menjadi kenyataan. AirAsia, Kini saya pun bisa terbang.

Foto awan dan langit yang selama ini saya pengen :)


Salam,
Ian





Apa itu Berkecukupan?

Tidak tahu dimulai dari mana menceritakannya, banyak sekali yang berkecamuk di kepala saya.Memang saya jarang sekali mencurahkannya disini, saya suka teralihkan dengan memosting gambar dan melihat gambar di instagram. Iya semacam pelarian. Namanya juga pelarian, saya lupa beberapa saat dengan yang berkecamuk itu pada saat berlari, namun saya akan kemabli diributkan dengan perkecamukan itu ketika kembali dari pelarian tadi.

Salah satu yang berkecamuk itu adalah tentang bersyukur. Saya bersyukur bahwa saat ini saya masih hidup, saya masih sehat, masih bisa dengerin lagu, masih bisa olahraga, masih bisa naik motor, masih bisa makan daging kambing, dan masih-masih lainnya. Saya bersyukur dengan keadaan saya sekarang karena pasti ada alasan yang sangat kuat kenapa saya ada di kondisi saya yang sekarang. Namun demikian, saya juga tetap bermimpi untuk bisa menjadi dan memilki sesuatu yang lebih baik.

Kemudian, saya jadi ingat dengan kehidupan teman saya yang hidup berpasangan. Dia menceritakan bahwa kehidupannya dengan sang pasangan sekarang ini tidak lagi semanis ketika beberapa tahun silam. Kalau dilihat saat ini kedua belah pihak secara karir dan penghasilan lebih baik, karena mereka berdua setiap tahunnya karirnya selalu meningkat. Hal itu juga berdampak pada hal hal lain penunjang hidup mereka. Liburan mereka sekarang menggunakan pesawat atau kereta, sementara mereka dulu hanya menggunakan sepeda motor, kendaraan roda dua mereka sudah berubah menjadi beroda empat, handphone mereka sudah berubah, sudah bisa untuk pesan tiket pesawat atau booking hotel, bisa untuk melihat video, dan sudah berjumlah lebih dari 2. Dulu untuk melihat video mereka menontonnya dengan menggunakan laptop yangdisusun sedemikian rupa dengan meja lipat supaya mendapat pengalaman menonton yang mirip seperti bioskop, sementara sekarang tiap kali mau menonton video cukup dengan mainkan remote dan menyaksikan videonya dari tv layar datar, sudah tidak tv tabung seperti dulu.

Mereka dulu tinggal di sebuah ruang sempit yang bahkan lebarnya tidak cukup untuk merentangkan kedua tangan, namun itu memungkinkan mereka untuk bisa terus bersama; berdekatan. Tempat tinggal mereka sekarang adalah berkali kali lipat luasnya dibandingkan yang dulu, dengan kasur lebih empuk, kamar mandi lebih bersih, dan disertai space tersisa yang cukup luas. Alat elektronik andalan mereka waktu itu adalah sebuah sebuah magic kom yang bisa membuat nasi atau memasak mie instan, berbeda dengan sekarang mereka memilki alat pemanas dan pendingin, alat masak lengkap, kipas angin besar dan kecil, mainan eletronik, dan masih banyak lagi, begitu juga dengan perabotan pengisi rumah.

Secara pencapaian kalau dilihat dari gambaran diatas adalah jauh lebih baik keadaan yang sekarang. Apa yang mereka miliki saat ini membuat hidup mereka lebih mudah. “memang lebih mudah secara kehidupan” tukas teman saya “ tapi ternyata tidak untuk kehidupan cinta kami”.

Dengan bijak teman saya menerangkan bahwa tidak dipungkiri bahwa mereka menikmati pencapaian mereka saat ini, dan mereka juga haus untuk mencapai lebih dari kondisi saat ini. Itu natural. Itu alamiah. Tapi, dulu mereka begitu bisa menikmati kebersamaan dengan maksimal karena pada saat itu fokusnya adalah keberadaan dan kebersamaan mereka itu sendiri. Saat ini kebersamaan ini sudah tidak menjadi fokus lagi, kalaupun adalah sebuah fokus maka harus bersaing dengan fokus lain seperti, pekerjaan, juga kesenangan lain yang diberikan oleh benda-benda yang mereka miliki saat ini. Lebih banyak pilihan untuk menuju kebahagian dibandingkan dulu lebih tepatnya, begitu kata teman saya. Mungkin itu memang yang harus dibayar untuk mencapai semua ini. Kata lainnya adalah pengorbanan. Dan itu juga adalah alami.

Teman saya kemudian menasehati “ingatlah kamu bahwa segala sesuatu memang harus dibayar-ada pengorbanannya, bahwa akan lebih hidup dan menyenangkan tatkala disediakan banyak pilihan. Namun, behati-hatilah, jangan biarkan pilihan-pilihan yang banyak tersebut akan mengalihkanmu pada pilihan yang sebenarnya kamu cari, kamu rindukan; kebersamaan dengan pasangan, saling membutuhkan, dan quality time.

Hujan Juni

Selamat siang semuanya,
Ini sudah penghujung Juni, tapi cuaca bukannya semakin panas malahan bertambah gloomy. Bikin yang sekarang lagi ada masalah cinta jadi semakin mellow. Makin menikmati lagu lagu cinta ala Raisha, bukannya lagu lagu semangat yang bisa mengajak untuk move on!.

Cuaca gloomy ini pasti sedikit mengganggu, eh malah bisa jadi merusak buat yang sudah mengagendakan liburan ke luar kota, apalagi yang ke pantai. Kalau di pantai kan enaknya foto foto pake baju cerah di bawah matahari yang cerah juga, kalau mau nyelam ataupun selam dangkal alias snorkeling juga lebih asyik kalau pas cerah karena jarak pandang jadi lebih jauh dan pemandangan di bawah air juga jadi lebih terlihat jelas. Kalau mendung hawanya pemandangan bawah laut jadi ikutan kelabu,bikin was-was aja kalau tiba tiba di depan munculnya hiu.

Hujan di bulan Juni memang special. Bahkan Sapardi Djoko Damano bikin pusisi Hujan Bulan Juni. Coba deh cari puisi nya, indah sekali. Hehehe, semoga ga tambah gloomy yak pas habis baca. Tapi memang indah kok. Oke, kenapa hujan di bulan Juni special? Kalau buat saya karena, saya yang memilki kamar tidur tanpa AC jadi lebih enak tidurnya karena tidak lagi gerah cuacanya dan selimut saya jadi kepakai. Kemudian, secara cuaca juga jadi lebih enak, becek sih memang di beberapa jalan yang saya lewati tapi udaranya jadi adem, keringet jadi gak gampang keluar. Saya tipikal orang yang menikmati keringat keluar kalau memang ada aktivitas fisik misal olahraga, gitu.. hehe.

Kemudian, yang hobi ngeteh dan ngopi juga percaya deh bakal tambah nikmat kalau cuacanya sejuk seperti sekarang. Apalagi cuaca begini juga merupakan momen yang menguntungkan juga bagi pedagang semacam bakso dan mie ayam. Sedap! Dan tidak ketinggalan cuaca begini juga asyik nampaknya buat yang pacaran, pasangan muda, pasangan tua. Eh! Yang ga berpasangan juga asyik kok, tapi mungkin ga pakai masyuk sih.. 

Nampaknya saya sering sekali menuliskan tentang hujan. Mood saya akan cenderung lebih baik memang ketika sedang hujan, gerimis atau bahkan hujan badai. For me that weather is such a good moment to do anything, unless you indeed need kind of a bright shine sun to support your activity.

Okelah terlepas dari semuanya, memang cuaca hujan begini memang yang kita hadapi di bulan yang seharusnya cerah ini. Kecuali kita punya kekuatan seperti pawang hujan, akan susah membuatnya berubah. So, yok kita sukuri cuaca ini, kalau belum punya ide mesti ngapain di cuaca yang sekarang mungkin bisa dibaca kembali tulisannya dari awal, sapa tahu ada inspirasi buat mengisi bulan Juni ketika hujan turun ke bumi.



Selamat menikmati gloomy di bulan Juni.

Jurnal Foto

Selamat pagi semuanya,
ini hari Senin, saya harap semua aktivitas hari ini akan berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Ketika sedang bepergian, termasuk pulang dan berangkat kantor kerapkali saya seringkali menjumpai pemandangan yang termasuk bagus. Pengen rasanya untuk mengabadikan momen dan pemadagan yang saya dapatkan tersebut. Saya jadi ingat, dulu mulai sekitar 2008 sampai 2011 an saya selalu membawa kamera kemananapun saya pergi. Fungsinya yaitu tadi, untuk mengabadikan apa apa yang menurut saya bagus, misal langit, gerobak, bunga dll. Alhasil file foto kamera saya jadi banyak banget!

Kebiasaan saya ini pun diketahui oleh beberapa teman dekat. Sampai suatu ketika salah satu teman saya pernah bilang gini,
"coba ya kita bikin diary/jurnal, tapi lewat gambar, jadi sehari satu gambar, gitu".

Pikir saya meanrik juga idenya, dari jurnal tersebut nanti diakhir tahun kita bisa refleksi apa saja yang kita jalani selama setahun terakhir dengan melihat album foto! Saya yang hobi motret pun kemudian tertantang untuk mewujudkan itu. Satu hari satu foto, dan meski prakterknya lebih dari satu, karena tiap kali motret satu objek saja, pasti motretnya berkali-kali, sama kan kaya kalian semua? ;P.

Namun, lambat laun project bikin gambar itupun gak berjalan mulus, karena teralihkan dengan priortas lain. Lagian kadang suka repot kalau mau posting di blog sebagai wadah jurnal fotonya, karena harus pindahin gambar, kompres, belum buka leptop dan nyalain, dll. Sebenarnya gak akan serepot ini sih kalau hp saya berkamera. jadi sekalian motret bisa sekalian ngunggah gambar. Apa daya hp kamera masih jauh dari angan. hehehe

Waktu berjalan sampai kemudian munculah instagram! Ini sama banget dengan mimpi teman saya tadi. Dengan instagram saya bisa bikin jurnal harian melalui foto, plus bonus tampilan gambarnya jadi lebih artistik.

instagram saya.

salam,
Ian

Semua akan baik

Tuhan,
Terima kasih untuk semua hal yang sudah diberikan kepada saya. Yang sifatnya masalah, saya anggap sebagai ujian dan cobaan. Yang sifatnya kesenangan saya anggap sebagai hadiah. Tapi saya pahami itu semua dariMu dan apabila dijalani dan dilewati dengan baik maka feedbacknya akan baik.

Masalah ada dimanamana,
 Teman yang sudah menikah diberi cobaan untuk dijauhkan dengan suaminya ribuan kilometer. Ini mungkin maksudnya agar suatu saat nanti ketika didekatkan maka rasa yang diciptakan dari kebersamaan akan sangat luar biasa.
 Teman yang lain terlihat diberi cobaan untuk merasakan sakit ‘kewanitaan’ yang meharuskan untuk kontrol setiap bulan, belum tekanan dari keluarga besarnya betapa tidak gampangnya menjalani hidup sebagai seoarang istri. Tapi saya percaya bahwa dia suatu saat nanti akan menjadi wanita yang sangat kuat, sangat kuaat.
 Ada teman juga, yang saya tahu baru saja selain mengurus rumah tangga dia juga merawat keluarganya yang sakit. Aku juga sangat yakin dia akan tumbuh sangat kuat dan tegar suatu saat nanti.
 Belum teman saya yang dikaruniai pekerjaan dengan gaji yang sangat tinggi untuk kelas pekerjaannya namun dia diberi ujian rumah tangga yang juga cukup menantang.
 Serta ada teman saja juga yang akan menikah namun dia yakin bahwa pernikahannya tersebut tidak baik baik saja.

Banyak kesusahan disekitar kita, termasuk kesusahan yang saat ini sedang dijalani. Yang sabar..yang ikhlas. Semua akan baik-baik saja.


salam,
Ian

Musim Panas Sudah Tiba

Skarang sudah bulan April saja. Kalau di negara sub tropis belahan bumi utara sana, saat ini sudah memasuki musim semi. Musim yang sudah mulai hangat katanya. Hangat disana, tapi di Jakarta (ga usah jauh jauh kita ngomongin Indonesia ya) sekarang sudah panas, eh puanasss lebih tepatnya.

Ah, saya jadi rindu hujan. Si hujan yang bisa bikin tidur saya yang tanpa AC jadi lebih nyenyak. Hujan yang bisa bikin saya ga perlu ganti baju sering2 hehehe karena badan saya ga keringetan. Hujan yang bikin tenggorokan lebih nyaman karena jarang minum es. Dan satu yang pasti musim hujan juga paling jagoan untuk bikin suasana romantis.

Tentang musim panas sendiri, yang paling enak dari ini adalah kita bisa ke pantai kapanpun.
ah sungguh random! intinya ternyata air. ah semakin random.

salam panas,
Ian

Berani Nggak?


Teman saya pernah mengutip quote nya siapa gitu, dibilang “carilah pekerjaan yang sesuai dengan passion mu maka kamu akan tidak pernah bekerja”.

Teman saya yang hobinya main Play Station ditanya apakah dia mau kalau misal kerjanya sama dengan hobinya yakni main game 4 jam sehari dari Senin sampai Jumat lalu digaji dengan nilai yang sama dengan pekerjaannya sekarang sebgai banker 12 jam sehari dari Senin sampai Jumat. Jawaban temen saya adalah gak mau. Katanya kerjanya kurang menantang.

Kemudian saya ajukan pertanyaan lagi apakah dia merasa tertekan dengan pekerjaannya saat ini anehnya dia pun meniyakan. Namun kenapa dia menolak dengan tawaran pertama tadi selidik selidik akhirnya teman saya itu akhirnya mengakui bahwa dia bekerja karena nama besar perusahaannya saat ini.

Saat ini banyak sekali artikel, buku, seminar, pelatihan yang temanya sukailah pekerjaan. Make urself into it. Ketika kamu bekerja sesuai dengan passion maka beruntunglaj kamu karena kamu gak akan merasa capek dalam menjalaninya.

Selain beruntung lebih tepatnya lagi berani, karena gak semua orang bisa berani untuk menjalani passion sebagai pekerjaannya.

salam,
Ian

Resolusi Jalan 2014

Teman saya @deannisa pernah bilang, katanya kalau punya mimpi harus dituliskan. Nah resolusi dan mimpi saya di tahun ini salah satunya adalah pengen travelling harder than last year. Secara tahun kemarin saya berkesempatan pergi yang jauuh dan ada foto-foto baguss nya cuma 2 kali kalau gak salah.

Pulau Payung
Sebuah permulaan yang bagus saat saya akhirnya bisa melakukan perjalanan wisata di pertengahan Januari kemarin. Saya pergi ke salah satu pulau di kepulauan seribu, namanya Pulau Payung. Awalnya saya berencana ke Pulau Pari tapi karena gak dapat tiket akhirnya putar haluan nekad ke pulau Payung, meski dari berbagai sumber dibilang disana gak ada penginapan. Setelah kapal yang saya naiki sandar ke Pulau Payung, beneran ternyata disana gak ada yang namanya penginapan khusus, yang ada hanya rumah penduduk yang disewa dan harus sewa jauh-jauh hari sebelum kedatangan. Beruntung finally saya dapat rumah yang bisa disewa untuk menginap.

Oke, pantai di pulau Payung dibilang lumayan, dan beruntung disana ada tanah yang dimiliki oleh seseorang yang bikin villa di pinggir pantai. Pemilik villa itu punya pegawai yang secara terjadwal membersihkan villa dan lingkungan sekitar sehingga pantai depan villa menjadi bersih dan bagus. Sayangnya saya agak takut buat berenang karena banyak biawak disana! Gak ganggu memang si biawak itu, tapi gak lucu aja kalau misal lagi berenang tiba tiba senggolan sama biawak.

Overall, pulau Payung saya kasih nilai 7,5 lah. Bagus tapi gak banyak spot yang bisa dipoto-poto. ada pantai yang bisa buat berenang juga, lokasinya ada di dekat dermaga tapi bisa nyemplung asyik kalau airnya lagi pasang. Meski ga sempurna, tetep saja saya senang karena akhirnya bisa ketemu lagi dengan pantai setelah sepuluh bulan gak ketemu.

Biz Trip Singapore
Tepat seminggu setelah dari Pulau Payung saya ada business trip ke Singapore. Pengalaman mengajarkan kalau perjalanan bisnis itu beda banget (rasanya) sama perjalanan yang diniati liburan. Dan kenyataanya memang benar adanya, saya disana kerja malah more than i am used to doing in Jakarta; dari pagi sampai larut, halah! Meski tetep si, ada unsur fun nya juga secara ini pengalaman saya pertama ke Singapura.


Semoga perjalanan ini akan diikuti perjalanan perjalanan lain yang menyenangkan sepanjang tahun.
Amin.

salam,
Ian

Catatan Akhir Tahun


Gak kerasa sudah mau nutup tahun aja. Perasaan tiap kali nulis di blog ini waktunya kalau gak awal tahun ya akhir tahun. Hehehe

Sebelumnya saya juga mau menyampaikan syukur yang tida terkira masih diberi kesempatan untuk menimati tahun 2013. Pastinya banyak sekali pengalaman yang saya rasakan baik yang menyenangkan maupun yang tidak.

Resolusi tahun 2013? Adalah saya bikin. Ada beberapa saya bikin resolusi untuk tahun 2013. Niatnya untuk bisa membuat tahun 2013 ini lebih semarak pastinya. Ada beberapa barang yang saya impikan bisa miliki di tahun ini, ada beberapa keinginan dan mimpi yang saya juga angankan bisa saya alami di tahun ini. Beberapa menjadi kenyataan beberapa dialihkan oleh perolehan lain yg didapatkan dan beberapa blm berhasil tercapai. Harapannya semoga tahun depan yang tinggal beberapa hari lagi bakal mewujudkan mimpi saya yang tertunda.

Terima kasih Tuhan untuk mimpi yang terwujud. Saya sungguh bahagia ketika mengalami dan merasakan hal yang saya angankan. Diantara yang terwujud itu adalah saya berhasil berpetualang dan berasa ‘bulan madu’. Maksudnya disini adalah saya liburan ke tempat indah dengan perasaan yang juga indah. Hal-hal yang bakal terkenang sepanjang masa. Lainnya adalah saya memiliki benda-benda yang dulu rasanya hanya angan dan saya merasa gak butuh. Sampai akhirnya saya memiliki benda tersebut. Dalam proses pemilikan benda tersebut menyadarkan saya betapa ketika ada keinginan yang kuat, maka akan ada jalan! Lainnya adalah setelah merasakan penantian yang panjang akan keinginan pindah pekerjaan, akhirnya saya juga mendapatkannya. Tentang pindah pekerjaan ini saya juga belajar bahwa ketika sudah menyerahkannya kepada yang Maha Kuasa maka pelan pelan akan akan dibantu. Tuhan selalu punya perhitungan sendiri tentang kriteria waktu yang tepat untuk kita.

Juga saya juga berterima kasih untuk hal-hal yang yang saya peroleh, yang dicapai di luar resolusi. Saya anggap itu sebagai bonus dan juga pengganti untuk resolusi yang belum berhasil saya capai. Adalah beberapa hal yang saya berhasil saya dapatkan, dan setelah mendapatkannnya saya merasa kemana saja selama ini sehingga melewatkan benda-benda itu.Terima kasih Tuhan.

Kemudian tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih untuk hal-hal yang belum berhasil saya dapatkan dan pengalaman yang dirasakan. Ada beberapa hal dalam resolusi itu yang saya sangat harapkan untuk bisa mendapatkannya dan bahkan sudah dipersiapkan dengan seksama untuk menyongsonynya. Namun, kembali saya belajar bahwa memang kita hanya bisa berencana, pada akhirnya meskipun sudah serapi apapun persiapannya tetap Tuhan yang lebih berhak mengatur. Mengenai hal ini teman saya pernah menulis dalam facebooknya kurang lebih begini
“kapan kita akan belajar bersabar ketika keinginan selalu dipenuhi, kapan kita akan belajar ikhlas ketika semua yang kita kehendaki bisa kita miliki”

Akhirnya terima kasih untuk semua pengalamannya..semoga tahun 2014 akan hits! Semoga kita akan bisa focus dan bekerja keras untuk mimpi-mimpi kita. Dan juga yang tidak boleh dilupakan semoga semuanya akan senantiasa bahagia dan sehat walafiat serta hidupnya sejahtera.

Salam,
Ian

Jakarte Punye Cerite

Selamat malam semuanya, sebentar lagi kita bakal meninggalkan bulan Juni, berlanjut menyongsong bulan Juli:bulannya saya.

Akhir pekan ini Jakarta masih saja penuh hiburan. Hiburan yang merupakan rangkaian perayaan ulang tahun Jakarta. Akhir pekan minggu kemarin di lapangan Monas ada pertunjukan panggung rakyat gitu. Artis artis tv pada nyanyi2. Sepanjang jalan utama kayak Thamrin sampai Sudirman ditutup karena di sepanjang jalan itu didirikan beberpa panggung untuk hiburan warga. Daerah tempat tinggal saya;Kwitang saja macet, warga yan g hendak ke Monas menyemut. Awalnya saya sempat berniat pergi kesana, tapi melihat jalanan yang yaaa gitu deh, saya memilih untuk tinggal di kamar, mager nonton film.

Oke, minggu ini? hehehe saatnya saya untuk bisa menikmati salah satu rangkaian acaranya Jakarta. Dimulai kemarin amlam alias Malam Minggu. Waktu itu saya habiskan dengan menonton pagelaran tari di Goethe Institute.pagelaran dari anak2 psikologi UI. Kebetulan temen saya @deanissa ikut tampil, dia nari saman katanya. Dan singkat cerita saya pun ada di Gothe tadi malam. Surprise nya adalah temen saya itu narinya keren ah! Ga nyangka, dia bisa begitu, kapan latiannya si broooo

Lanjut Minggu siangnya, Jakarta ada yang namanya Jakarta Carnaval, disingkat jadi Jacarnaval. Katanya ruas jalan medan merdeka sampai bundaran HI ditutup untuk acara ini. Saya nonton acaranya, keren yaak. carnaval gitu, waah sudah lama sekali saya gak nonton carnaval semacam itu. terakhir sudah lamaaa banget, pas SMP kayaknya yaitu karnaval tujuh belas agustusan di kampung. Nah, Jakarnaval ini yang bagus adalah karnavalnya model kayak karnaval di Rio de Janeiro itu, halah! atau kayak Jember Fashion Festival lah. Ratusan siswa siswi Jakarta di dandani unik2. Ditambah ada karnaval dari Solo Carnaval dan Jember fashion festival yang megah itu! Gak ketinggalan parade mobil hias juga ada. Acaranya sendiri berlangsung dari jam setengah 4 sampai jam 5 sore.

oke, Malamnya.. saya nonton sendratari Ariah! wuih, ini penutupan wiken yang sungguh sem pur na. Pertunjukan berkualiatas dunia lah bisa dibilang. Meskipun saya nonton secara lesehan, tapi tidak menguranngi khidmat menonton. Gilak itu acara, bisa segitunya. Sebenarnya normal aja sih bakal begitu orang penata artistiknya Mas jay, terus penatas musiknya Mas Erwin Gutawa. Itu kelasnya kayak Matah Ati itu lhoo.

Yang saya suka dari Ariah tentu saja campuran teknologi dan seni Indonesia-nya. Pake video mapping gitu, terus panggungdan tata cahanya keren ah. Salah satu yang bikin saya melongo adalah beberapa sinar laser yang ditembakkan ke langit menyatu jadi satu, seolah kayak sinar dari pesawat alen. Norak ya saya. Tapi itu beneran world class.
Melihat pertunjukan pertunjukan seni budaya semacam itu membuat saya sangat bangga akan Indonesia, beneran! sadarlah saya betapa Indonesia itu sangat kayaaaaa raya. Alamnya udah indah, seni budanya nya sangat melimpah, soory saya pake kata melimpah karena saking banyaknya. Kalau liat itu semua saya mikir kok ada ya mereka yang masih gontok-gontokan perang, tawuran antarwarga, atau bahkan etnis. Saya muak tiap kali melihat ada yang sok suci mewakili agama islam atau budaya apalah tapi intinya mereka malah punya niat untuk memernagi yang lain.

Mungkin bapak-bapak dan ibu ibu yang suka marah2 ga jelas, tertekan,stress, serakah dan sebagainya itu perlu diterpai pake seni budaya Indonesia. Biar mereka sadar bahwa apa yang mereka ributkan itu sebenarnya gak penting.

bahkan menurut saya, kalau bangsa ini katanya perlu namnaya people development biar kualitas orang-orangnya makin baik, gak usah deh dengan motivator motivatr atau buku self help itu. Cukup dengan menonton atau menikmati seni budaya, menurut saya itu pendekatan yang kebih ampuh atau ngena karena nembusnya ke masalah 'rasa' bukan cuma logika. ahsek!

salam
ian

Hari ini

Ini hari Senin. Hari yang dibenci sejuta umat.
Hari ini saya mau tutp dengan sebuah kalimat yang saya baca di majalah wiraswasta di Perpus Nasional kemarin.

"jatuh 99 kali, harus bangkit 100 kali"

ya, saya hanya mau bilang itu.
selamat malam,

salam,
Ian

Lembur

Selamat siang,,
Saya mau ngobrol seputar lembur.

Kerja di Jakarta kalau saya amati memang identik dengan pulang malam. ini konteks nya adalah pegawai swasta ya. Saya gak paham juga kalau yang kerja di negeri. Lingkungan kerja saya biasa banget yang namanya pulang malam, sudah membudaya disini. Jam kerja normal harusnya selesai di jam 17.30 tapi pada kenyataannya agak 'tabu' untuk bisa pulang jam segitu. Yang ada minimal sejam sesudahnya baru dianggap pantas untuk pulang, akan lebih baik lagi kalau pulangnya berjam-jam kemudian.

Saya bukanlah tipe pekerja yang suka lembur, atau pulang larut malam. Saya mikirnya adalah dengan pulang tepat waktu maka saya bisa sampai rumah tidak sampai larut malam, atau bisa keluar kantor lah dengan tidak larut malam, artinya saya masih punya cukup waktu untuk melakukan beragam kegiatan sebelum saya tidur dan akhirnya bangun besok paginya dan berangkat kantor lagi. Sesederhana itu sebenarnya.

Saya pribadi memerlukan keseimbangan hidup, dan menurut saya itu gak cuma dibutuhkan oleh saya saja, orang lain pun rassanya butuh yang namanya keseimbangan. Nah, keseimbangan itu yang didapatkan dari aktivitas lain diluar pekerjaan, misalnya makan bersama, mendengarkan musik, nonton, mengerjakan hobi apapaun, bisnis lain atau olahraga.

Mari kita berhitung, kita punya waktu 24 sehari kan? Taroh, untuk bekerja 10 jam, masih 14 jam, kemudian kita pakai tidur yang sehat 7 jam, sisanya 7 jam. Nah, sisa yang 7 jam itu kita pakailah buat aktivitas tadi yang bisa menyeimbangkan hidup kita. Tujuh jam sisanya itu belum dikurangi untuk perjalanan dari kantor ke rumah atau tempat buat pnyeimbangan lho. Bisa-bisa untuk yang rumahnya jauh, tinggal waktu sisa 3 jam an dan itu udah capeeee banget.

Saya membayangkan jika waktu kerja saya adalah setengah dari total waktu yang saya miliki, itua rtinya sisa waktu tersebut tinggal untuk tidur dan perjalanan saja, yah ditambah kegaitan lain lah misal mandi, makan dll. Nah, aktiviats penyeimbang lain gak kita dapatkan, ujung-ujungnya hidup kita jadi kurang 'full'. dan ujungnya lagi kita jadi lemes, tidak semangat kerja dll. hehehe, itu kalau saya lhoo.

Pernah, beberapa kali saya dihadapkan pada pilihan untuk lembur atau tidak. Kalau misal tidak sangat sangat mendesak sekali, saya cenderung memilih untuk tidak lembur. Dan selalu, setelah sampai rumah, saya selalu bersukur atas pilihan saya tersebut. no regret at all.

Kita lupakan itung itungan tadi lah, intinya menurut saya dalam sehari gak baguslah kalau misal diisi tidur, kerja, lalu tidur lagi. lebih baik ada aktivitas lain, misal: olahraga, membaca, menulis, menonton, mendengarkan, berpetualang, dan apapun itu. Mari kita biarkan indera yang ada di badan kita ini merasakan hal -hal yang ada di sekitar kita. Saya percaya dengan merasakan yang ada, akan mebuat kita lebih dekat dengan sekitar dan kemudian akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih bijak.

salam,
Ian

Surga Senja

Selamat sore menjelang senja semuanya. Sekarang jam 5:33 WIB waktu Indonesia bagian Kwitang, dan saya di atas genteng sambil menimati udara yang sudah adem, dengan langit sedikit mendung dan sayup sayup terdengar gemuruh bisingnya suara kendaraan dari jalan Menteng raya nun agak jauh disana.

baiklah, jadi, tiba2 senja ini mengingtakan saya tentang pengalaman di senja juga. Suatu ketika saya mengunjungi sebuah pulau di pulau Jawa, halah sok misterius ya. Oke, pulau Menjangan kecil namanya. Saya tinggal disana 2 hari semalam.

Pulau Menjangan masuk dalam Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Dengan menggunakan sopek, perahu nelayan, pulau tersebut hanya berjarak sekitar 20 menit dari pulau Karimunjawa. Pulau sendiri kalau keliatan jelas kalau misalkan kita berdiri di dermaga/pantai pulau Karimunjawa.

Memang, itu adalah kunjungan yang kesekian kalinya saya ke Pulau Menjangan, namun untuk tinggal dan menginap itu adalahuntuk pertama kalinya. Pulau Menjangan sendiri hanya digunakan untuk menginap saja, tidak ada warga yang tinggal disana. Penginapan tersebut dioperatori oleh orang indonesia dengan bentuknya semacam resort sederhana, berjumlah sekitaran 11 resort kalau gak salah. Separo dari pulau Menjangan tidak boleh digunakan untuk komersil karena wilayah tersebut sudah termasuk dalam Taman Nasional Karimunjawa. Jadi, kalau misal kita ke Karimunjawa, lalu kita diajak pergi snorkling, nah salah satu spotnya ya di Pulau Menjangan kecil itu.

Beruntung sekali saat itu, pulau sebesar itu hanya ditempati oleh 4 orang tamu termasuk saya.
Sekawanan anjing menyambut saya ketika mau mendarat.


Depan kamar saya langsung pantai :)

Karakter dari pantai-pantai di pulau yang ada di laut Jawa adalah ombaknya yang tenang, nyaris tidak ada ombak atau gelombang yang lewat. Ditambah dengan pantainya yang luas, jadi kita bisa berenang jauh ke tengah tapi airnya masih aja tetep se dada! asyik ya. mana batu di dasar pantainya sedikit, jadi beneran kayak kolam renang yang luas.


Gini nih pantainya,,

Nah,ada satu pengalaman yang membuat saya pengen balik lagi ke sana. Jadi, saya berkesempatan untuk berenang pas matahari mulai terbenam, tempatnya ada di pantai di belakang kamar saya. Ceritanya, kalau depan kamar saya bisa mendapatkan pemandangan pas matahari terbit, maka di belakang kamar saya adalah tempat dimana matahari memebanamkan dirinya. Dan ternyata pantai di belakang kamar saya adalah pantai yang enak sekalai buat berenang; tenang, luas, dan airnya hangat karena masih menyimpan panas matahri pas siang.
Intinya senja itu saya berenang dengan hati yang sangat damai dan bahagia.
Ooh, heaven


pemandangan di belakang 'gubuk' saya.


gak sorga gimana coba, berenang dengan latar belakang begini..

salam senja,
Ian

Antara Pengen Jadi Sopir Taxi atau Kepo

Haloo, lama seklai gak bersua ya.
dan sekarang sudah mau kahir bulan ke % saja nih di tahun 2013. Saya gak mau bnyak cerita, cuma barusan saya mikir, kayaknya saya pengen nyoba sehari atau dua hari gitu mencoba menjadi sopir taksi.

Yang saya penasaran adalah sebagai seorang sopir taxi pasti dia pernah mendengar banyak sekali cerita-cerita. Saya membayangkan cerita yang biasa di denger oleh si sopir taxi, bisa jadi:
1. adegan seorang cewe yang lagi bertelpon manja-manja dengan om-om. hehe
2. Adegan oom om yang lagi nelpon istrinya padahal dia sedang bersama pacar nya.
3. adegan seorang anakmuda yang lagi galau, dia duduk di pinggir melihat kosong ke jalanan yang basah karena hujan, tsaah.
4. obrolan dua orang kantor yang lagi menggosipkan atasan dan kebijakan perusahaannya.
5. obrolan tentang peistiwa kocak yang terjadi kapan tahun yang lalu.
6. curhatan seoarang gadis yang sedang pamer kalau dia baru diptusin pacarnya padahal sudah dapat tanggal buat menikah.
7.rengekan bayi.
8. obrolan ibu2 yang lagi ngomel sama anaknya yang ga kberhenti nangis karena gak lulus ujian.
9. rayuan laki-laki yang sedang nyepik cewek gebetannya.
10. obrolan tenttang dua sahata yang sedang galau menganalisa nasibny amasing-masing.
11. obrolan pejabat yang sedang menjatuhkan atasannya,atau bisa juga rivalnya.
12. tangisan hantu,, bahkan!
13. tangisan histeris karena sedang membawa temennya yang habis kecelakaan.
14. luapan kegembiraan seoarang pemuda yangmenelpon ibunya karena baru saja diterima di perusahaan impiannya.
15. daan, sejuta cerita dari sejuta penumpang taxi lainnya.

mungkin kamu pernah merasakan pengalaman di atas?

salam,
ian

Here I am

Iniadalah sabtu pertama di bulan Maret 2013.
Februari bulan yang cukup berat buat saya, dalam hal pekerjaan.
Dan sekarang, inilah saya.
Sabtu siang jam 2 siang.
Selesai Berenang sendiri di kolam favorit berjarak ratusan kilometer dari kantor pembuat stress.

Selamat menikmati sabtu siang anda, sodara sadara
Salam dari saya

Perjalanan 2012

Saya mau cerita sedikit tentang tahun 2012. Kali ini fokus mengenai kisah perjalanan saya selama setahun kemarin itu. Tidak dipungkiri perjalanan saya tahun kemarin banyak di-‘sponsori’ oleh kantor, dalam artian saya kebetulan dapat tugas keuar kota.

Januari
Lupa saya kemana pas Januari itu, tidak keluar kota nampaknya karena dalam folder foto saya di leptop saya hanya menemukan file foto-foto saya ketika pergi ke Muara Angke. Perjalanan saya kesana waktu karena bosan stay di kos. Tujuan ke Muara Angke adalah penngin makan ikan bakar.
Uniknya Ikan bakar di Muara Angke adalah kita harus belanja ikan atau sea food macam udang, kepiting, kerang dulu. Setelah dibeli dan tentunya pakai tawar menawar lalu kita menuju rumah makan yang menyediakan jasa pembakaran dan menyediakan nasi dan pelengakapnya. Dari dua kali pergi kesana saya menyimpulkan hasil olahan rumah2 makan disana masih biasa saja. Enakan warung-ewarung seafood pinggir jalan, enakan d’cost malah 


Februari
Lupa saya pas februari kemana.Kayaknya saya di Jakarta saja, menenangkan jiwa.

Maret
Atas ajakan teman, saya pergi ke Sulawesi di bulan ini. jauh jauh ke Makassar lalu lanjut perjalanan 2 jam ke Kabupaten barru cuma buat nemenin temen kondangan!


April
Saya pun pergi ke Medan karena ada tugas kantor. Selama disana ketika tugas kantor sudah selesai saya keliling sendirian saja pas malam menyusuri kota Medan. Saya sempat pergi ke Pagaruyung, pusat wisata kuliner medan yang isinya kebanyakann masakan India. Satu pengalaman yang tidak bakal terlupakan dann pengin saya ulangi lagi ketika suatu saat nanti balik ke Medan adalah saya mau potong rambut di depan Pagaruyung. baru kali itu saya menemukan tukang potong rambut yang ngerti maksud potongan rambut yang saya inginkan.


Mei

Jakarta Banjir

Pagi ini hujan turun sangat deras di Kwitang dan daerah lain di jakarta. Pas saya mau bernagkat kantor, hujannya tetep aja deres. oke akhirnya saya hubungi temen kantor yang kosannya gak jauh dari kosan saya, buat janjian nak taksi bareng ke kantor. Dan akhirnya ketika saya turun dari kamar dan buka gerbang, deng deng! Kwitang banjir!! wooow, something banget, karena sejak dua tahun saya tinggal disini, Jalanan depan rumah gak pernah se tergenenag itu. Memang sih banjirnya gak heboh sampai berpuluh-puluh senti, cuma sekitar 10 cm saja, tapi biat saya itu wow. Menyusuri jalanan banjir di tengah hujan deras di Kwitang adalah pengalaman baru.

Sampailah saya di kos temen. Di kos tersebut ada 2 manusia yang satu kantor dengan saya. Kita bertiga udah siap untuk berangkat untuk berangkat, tapi melihat hujan sangat deras kita urungkan niat bernagkat kantornya. Kita saling ngecek timeline twitter dan kabar-kabaran dengan temen-temen yang lain.

Temen kantor saya yang rumahnya Tangerang, yang berangkatnya naik keretea nelfon, katanya dia gak jadi kantor karena jalur keretanya diapakai buat ngungsi warga yang kebanjiran. Ass men saya katanya masih kejebak macet di toll. Yasudah kami putuskan untuk stay dulu sambil nunggu hujan reda.

Lama-lama efek dingin pun membuat kami merasa butuh ganjalan di perut. Ting! si empunya kosan inisiatif bikin nasi tiba-tiba, saya inisiatif bikin mie kuah, dan sejam kemudian kami bertiga malah sarapan bersama di tengah suasana hujan. hahahah. Di tengah suasana makan itu, kami tetep pantau terus perkembangan jalanan lewat twitter dan perkembangan kantor lewat bbm. Sampai kabar menggembirakan pun kemudian muncul, aktivitas kantor ditiadakan alias libur. :)

Jam 11 saya baru pulang dari kosan temen. Hujan udah mulai reda dan banjir sudah surut. So, yang saya lakukan kemudian adalah tiduuuuuur :). tiada tidur yang lebih enak selain tidur di tengah suasana hujan (psst mungkin kalau ada temen tidur lebih enak kali ya :p)

Sementara itu saya tetep pantau kondisi jalanan jakarta, diberitakan di tv, twiiter dan status bbm temen-temen. Banjir sudah memasuki Jakarta, dari bundaran HI, lanmark, statiun sudirman, ga,bir dll.

Makanan Jakarta


Banyak sekali yang mau saya tulis tentang Jakarta. Sudah genap 2 tahun saya tinggal di Jakarta. Sebelumnnya saya tinggal bertahun tahun di Semarang, yang keadaannya tentu saja jauh dari Jakarta, meski ada beberapa hal yang sama sih.
Saya gak inget pernah nulis ini apa belum. Saya mau bahas makanan.
Pada dasarnya makanan orang Jakarta sama Semarang mah gak ada bedanya. Intinya makanan pokoknya nasi, kalau gak ada nasi ya diganti karbohidrat lain,misal roti. Cuma, ada beberapa yang unik dari makanan orang-orang Jakarta.

SARAPAN
Kalau di Semarang, yang jamak dimakan untuk sarapan adalah soto. Soto Semarang itu disajikan dalam mangkuk kecil, didalamnya ada sedikit nasi, ditambah sedikit soun, lalu ditambah beberapa suwiran ayam, ditaburi bawang putih goreng dan seledri lalu disiram pake kuah sotonya. Sebagai pelengkap kita bisa menambahkan sambal, kecap, dan perasan jeruk nipis, kemudian dimakannya pake sate kerang, sate usus, sate ayam, dan perkedel atau tempe goreng kering. Ealaaah itu enak dan segernyaaa, lho lho kok malah ngomongin makanan secara detail begini? . Oke, intinya kalau di Semarang, orang sarapan tuh porsinya dikit, sekedar mengganjal perut. Ada sii memang yang sarapan dengan porsi yang gede, tapi saya amati secara rata-rata porsi makanan untuk sarapan adalah kecil.


soto semarang (gambarnya ambil di internet, bukan foto sendiri)

Nah, kemudian saya pindah ke Jakarta. Agak takjub saya dengan pilihan makanan sarapan di Jakarta.
1. Mie Ayam.
Orang Jakarta ternyata biasa sarapan dengan mie ayam. Agak aneh bagi saya karena kalau di kota saya yang dulu, namanya mie ayam cuma hadir dari siang ke atas, jamaknya dimakan pas malam bahkan. Nah, di Jakarta, mie ayam umum banget dimakan sebagai sarapan. Padahal porsinya juga gede itu kalau menurut saya. Kalau orang Semarang makan mie ayam pas sarapan mah bisa komen “wah-wah, opo gak sakit perut”.

2. Ketoprak/Gado-gado.
Nah ini nih, ini dengan porsi yang besar pula biasa dijadikan alternative makanan buat sarapan. Porsinya besar karena ada lontong/ketupat, ditambah tahu, telur, dan bahan lainnya. Gado-gadonya sendiri kalau di Jakarta sangat menarik, banyak sekali bahan pendukungnya. Bedanya gado-gado Semarang dan Jakarta adalah di Jakarta gado-gadonya ditambah kacang pancang, jagung, jipang (labu siam), pare, sayuran rebus, dll.

3. Bubur ayam.
Kalau bubur mah masih wajar si,, di kota saya dulu juga menjadikan menu ini sebagai sarapan.

4. Lontong sayur.
Dari segi porsi, sebelas dua belas lah sama Ketoprak dan gado-gado. Besar!.


MAKANAN PINGGIR JALAN.
Kalau di Semarang, yang paling sering ada di pinggir jalan dan keliling adalah soto, bakmi jowo, bakso, mie ayam dan penjual hik yang isinya jajan dan buah. Nah kalau di Jakarta banyak banget macamnya.
1. Sate padang,
2. Bubur ayam
3. Sate padang
4. Bakwan malang
5. Nasi gila
6. Nasi goreng.
7. Tukang bakpao
Dan masih banyak lagi, belum disebut sate ayam, tukang batagor. Hahahaha. Awalnya saya memang merasa aneh dengan kebiasaan dan jenis makanan the Jakartans, tapi lama-lama saya menikmatinya karena saya kan bagian dari Jakartans juga. 
Oh ya, soto juga banyak di Jakarta, tapi 95%dari sostonya adalah soto Lamongan, soto Jawa Timuran yang porsinya lebih gede dibandingkan soto Semarang yang kecil-kecil.
Kurang lebih begitu unek-unek saya tentang makanan, hehehe. Gak penting, tapi kalau kamu ada tambahan, silakan di komen saja ya.

Salam makanan,

Desember 2012

Sudah bulan Desember saja nih. hari ini, Minggu, 2 Desember 2012. hehehe, waktu cepat sekali berlalu. Kalau kata temen saya, ini adalah tanda-tanda kiamat. Okelah, sekalian saja kita lihat, apakah tgl 12 desember nanti akan jadi kiamat?

Tahun 2012 akan segera terlewati. masih segar dalam ingatan, hari terakhir di tahun 2011 saya pergi ke supermarket buat beli-beli sesuatu yang bisa dinikmati pas malam pergantian tahun, masih kemarin saja kayaknya. eh ini kok sudah mau ganti tahun lagi ternyata, tinggal 29 hari lagi.

Bulan Desember, katanya ini buat me-review atau pake bahasa Indonesianya menelaah, apakah target-target atau resolusi yang dibikin di penghujung 2011 sudah tercapai semua. Saya merasa, beberapa impian saya di tahun ini sudah terwujud satu-satu. Alhamdulilah :).

banyak pengalaman menyenangkan, ada juga pengalaman berduka, pahit, putus asa, heeh, pencerahan. namun, pada intinya, tahun 2012 lebih enak untuk dilewati dinadningkan tahun 2011 kemarin, dan semoga tahun 2013 akan semakin baik.


salam hangat,
ian